parallax background
jakarta-thumb
[Startup Event] 9 Event Seputar Startup Yang Bisa Anda Ikuti Minggu Depan
November 12, 2016
book-black-white-thumb
Selamat Datang Founder Book Club!
January 9, 2017
 

Judul Buku: In The Mind of Natali Ardianto

Penulis: Natali Ardianto

Penerbit: Metagraf

Terbit: November, 2016

Tebal: 153 halaman

Harga: Rp 77.000,-


”Blunt. Burst of startup insight. Brain-gasm. This book extremely reveals untold story of Natali Ardianto....”

Natali Apa Adanya

Bagaimana seseorang yang tidak lancar berbicara hingga usia 4 tahun... tidak punya basic leadership... introvert dan pendiam... bisa menjadi salah satu Direktur sebuah startup travel terkemuka...?

Buku “In The Mind of Natali Ardianto” ini jawabannya!

Gaya penulisan buku pertama Natali Ardianto ini mengingatkan saya pada buku “Delivering Happiness”-nya Tony Hsieh (Business Plus, 2010) yang memang ditulis dengan gaya penuturan sebagaimana CEO Zappos tersebut berbicara sehari-hari.

#BookOfTheWeek on 2nd Week in July 2016 After reading "Delivering Happiness: A Path to Profits, Passion, and Purpose" (Business Plus, 2010) by Tony Hsieh (CEO Zappos), I feel that Hsieh as if talks to me directly and intimately! Indeed he explains on the book preface that his writing style reflects how he normally talk and absolutely that some sentences aren't the best examples of English grammar! LOL! As Asian, that is bloody my cup of tea! Yeah, his parents came from Taiwan but he was born in Illinois and grew up in the San Francisco Bay area of California. So, I thought that commonly Asian family, he was raised by his local language due to that English was not his mother language. Perhaps it affects to his writing style as well. Anyway, if you wanna figure out more the right balance of profits, passion, and purpose in business and in life, the book is the answer! His witty writing style blow my mind how to run a business happier and build the happiness as a lifestyle include in business field. One of my favorite part is that the success of Zappos was also influenced by many books from their office library and Hsieh realizes the books help them grow, both personally and professionally! The fact enstrong my belief that a succesful business is determined by the book as well! P.S. My accomplished #BookOfTheDay this week: 1# "Rewire" by Richard O'Connor. 2# "Performing Under Pressure" by Hendrie Weisinger & J.P. Pawliw-Fry. 3# "10 Days to Faster Reading" by The Princeton Language Institute & Abby Marks Beale. 4# "Now, Discover Your Strengths" by Marcus Buckingham. 5# "Use Your Memory" by Tony Buzan. 6# "Smarter Faster Better" by Charles Duhigg. 7# "The Seven Spiritual Laws of Success" by Deepak Chopra #instabook #book #booklover #bookworm #bibliophile #dailybook #bookoftheweek #bookoftheday #weeklybook #instabuku #buku #cintabuku #kutubuku #bibliofil

A photo posted by Herry Fahrur Rizal (@herryfahrurrizal) on

Begitupula dengan buku In The Mind of Natali Ardianto yang saya rampungkan kurang dari enam jam ini!

Membaca buku ini seolah-olah saya tengah “mendengar” Natali berbicara apa adanya sebagaimana dalam keseharian hidupnya. Suami dari Nuniek Tirta Sari itu memang mengakui bahwa buku ini benar-benar mengalir dari pikiran dia tanpa filter (hal. 2).

Dan sejujurnya hampir dari semua isi buku ini sedikit banyak sudah saya ketahui selama tiga tahun silam terakhir, setelah saya bergabung di komunitas Startup Lokal dimana Natali sebagai Inisiator sekaligus Leader-nya.

Namun, bagi yang tidak punya kedekatan personal seperti saya, buku ini tak ubahnya “untold story” dari sekaliber Natali Ardianto sebagai salah satu figur startup Indonesia berpengaruh yang jarang diungkap di media-media mainstream bahkan media niche yang khusus membahas perkembangan ekosistem startup seperti Daily Social maupun Tech in Asia Indonesia.

Uniknya, kendati sebagian sudah saya ketahui, namun topik yang dibahas Natali di buku ini tetap menarik perhatian saya... mengingatkan kembali tentang esensi kehidupan dan bisnis... bahkan tak jarang “menampar” kenaifan serta kebodohan saya sebagai “adik” yang dua tahun lebih muda dari Natali.

Yeah, the book completely made me brain-gasm! LOL!

natali-ardianto-book

Senangnya bisa menjadi pembaca sebelum resmi terbit!

Baca Juga: [Book Review] Kisah Google Yang Tak Banyak Terceritakan

Melalui buku yang bertaburan foto-foto berwarna ini juga terungkap sisi spiritulitas Natali yang jarang diumbar media, seperti pada bab “Do The Best” (hal. 72) yang menjelaskan betapa berbuat yang terbaik merupakan sebuah harga mati sekalipun tidak dibayar sebagaimana pengalaman Natali pernah bekerja pada suatu perusahaan selama 6 bulan tanpa gaji.

Secara retoris ayah dari dua putri ini mengekspresikan sisi manusiawinya (hal. 74):

Apakah saya komplain? Ya! Tentu saja! Tetapi, saya tidak menurunkan standar cara saya bekerja!

Pada halaman sebelumnya Natali memang mengimani benar Hukum Newton I, yaitu hukum kekekalan energi. Dimana apa yang kita keluarkan akan setara dengan apa yang kita terima. Lalu, Natali berujar (hal. 72):

Ada saja cara nantinya Tuhan membalas usaha kamu.

Pada bagian itu saya merasa “tertampar”....

Melalui buku dengan halaman berwarna-warni ini juga terungkap kronologisya mengapa seorang Natali menemukan passion-nya di dunia Information Technology (IT) dan menjadi CTO Tiket.com hingga sempat meraih gelar The Most Intelligent CIO versi sebuah media ibukota ternama pada tahun 2015.

Sebagai bocoran sedikit saja, ternyata ketika Natali duduk di kelas 4 dan kelas 5 SD di Oklahoma City Amerika Serikat, untuk pertama kalinya Natali mengenal komputer bernama Apple Lisa (hal. 6). Saat masih tingkat SD itu pula, Natali sudah belajar menggunakan software bernama Turtle Logo, sebuah bahasa pemrograman untuk anak-anak!

Passion Natali di bidang IT pun kian terasah di bangku SMP dengan belajar berbagai program komputer, pernah menjadi Ketua Divisi Komputer di ekstrakuriler SMA-nya, berkali-kali mengikuti kompetisi TOKI (Team Olimpiade Komputer Indonesia), hingga akhirnya lulus UMPTN di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia (UI).

Pada bagian itu saya menyadari bahwa “faktor-faktor-kemenangan” seorang Natali saat ini memang sudah terlihat bibitnya sejak dini!

Baca Juga: [Book Review] Refresh Your Life With “Think Fresh”!

Pergulatan Seorang Nerd...

Saya memiliki seorang saudara beda tiga tahun lebih senior daripada saya yang mirip-mirip dengan Natali dari sisi passion-nya di bidang IT. Bedanya, saudara saya itu tampak mentok pada posisi pekerjaannya sebagai seorang Manajer IT di sebuah institut teknologi ternama di negeri ini hingga belasan tahun!

Namun, dari buku karya Natali ini kepenasaran saya terjawab bahwa jika seseorang sangat jago di hard skill, dia memang akan menjadi seorang manajer yang sangat hebat. Namun, jika seseorang ingin menjadi seorang Direktur yang hebat, dia harus juga mengasah kemampuan soft skill (hal. 18).

Menurut pendapat saya, inilah inti dari buku ini: tentang membangun soft skill.

Bab demi bab yang mendominasi buku ini sejatinya adalah tentang urgensi membangun soft skill yang terabaikan oleh sebagian kita. Anda akan kecewa jika berharap melalui buku ini Natali akan membahas kepiawaiannya dalam hal teknis di bidang IT sebagai sisi hard skill-nya yang menonjol. Lantaran, bukan itu alasan buku ini ditulis!

Secara eksplisit bahkan Natali menulis di halaman 43:

Cara pikir buku ini sedikit filosofis. Oleh karena itu, setelah setiap bab-nya, ambil waktu untuk jenak, dan coba renungkan apa maksud yang ingin saya sampaikan dan ambil essence-nya.

Jujur, secara pribadi saya sungguh terpukau dengan cara Natali menyajikan buku ini dari sisi yang “untold story” di media luar sana antara lain:

  • Bagaimana dia membentuk personal branding.
  • Bagaimana cara networking khususnya bagi dia yang tergolong geek.
  • Bagaimana mindset dia dalam memaknai startup sebagai bisnis as usual.
  • Bagaimana dia membangun mental Learn-Unlearn-Relearn.
  • Bagaimana perjuangan dia mengikis sisi introvert dan pendiamnya.
  • Bagaimana dia belajar memahami kepribadian seseorang dengan teori Myers Briggs Type Indicator (MBTI).
  • Hingga bagaimana dia mati-matian melatih skill public speaking dan presentasi bertahun-tahun lamanya.

Pada akhirnya saya malah menangkap pesan implisit bahwa sejatinya buku ini berkisah mengenai pergulatan seorang geek (bahkan Natali mengakui di halaman 128 bahwa dia lebih tepatnya adalah “A Chronic Nerd”!) yang tidak mau terjebak stereotype publik bahwa seolah-olah geek hanyalah sosok super talented di bidangnya, tetapi mandul dalam hal mengkomunikasikan ide dan pikirannya!

Baca Juga: [Book Review] Indonesia Emas Di Tangan “Generasi Langgas”


EPILOG

Sungguh sebuah suguhan yang bergizi yang saya mamah dari buku In The Mind Of Natali Ardianto ini. Warisan pemikiran para Founder dan/atau CEO startup seperti buku ini perlu diabadikan dan diperkaya referensinya agar generasi penerus startup Indonesia di masa mendatang memiliki rujukan tersendiri.

Semoga bagi Anda yang saat ini tersemat dalam dirinya status Founder dan/atau CEO startup, tergerak untuk meninggalkan jejak intelektual yang menyemburatkan kearifan salah satunya melalui teman-teman di penerbit Metagraf.

Oh ya, cetakan buku pertama ini baru keluar dari percetakan Selasa lusa (15/11) dan belum tersebar di toko-toko buku terdekat.

Jika Anda berhasrat untuk segera memilikinya melalui pre-order, tinggalkan data di formulir berikut ini, yang nantinya buku tersebut terkirim ke tempat Anda dengan tanda tangan khusus langsung dari sang penulis: Natali Ardianto.

SEKIAN


Image Source: Personal Collection.

Herry Fahrur Rizal
Herry Fahrur Rizal
A Startup Enthusiast who has 5 years experience in Indonesia startup ecosystem | Follow me on Facebook: Herry Fahrur Rizal