parallax background
natali-book-thumb
[Book Review] Untold Story of Natali Ardianto
November 13, 2016
book-thumb
Monthly Book Review: January 2017 Period
February 6, 2017
 

Untuk pertama kalinya dalam sejarah program pengembangan diri saya pada tahun 2016 silam, saya menghapus aktivitas “membaca buku” dari daftar hobi pribadi!

Berawal dari cerita seorang teman yang pernah studi di Jerman. Dia ditanya oleh penduduk Jerman sana apa hobinya. Dia menjawab, “Membaca buku”. Dan orang Jerman itu terkejut seraya berkata:

“Membaca buku itu bukan hobi. Hobi itu sesuatu yang Anda lakukan jika memiliki waktu luang. Membaca buku itu kebutuhan! Apakah untuk memenuhi kebutuhan menunggu waktu luang? Membaca buku itu harus meluangkan waktu!”

Baiklah, kalimat panjang pas bagian orang Jerman yang terkejut tadi memang agak saya dramatisir, sih.

Tapi, intinya jelas, bagi orang Jerman membaca buku itu kebutuhan, bukan hobi!

Baca Juga: [Book Review] Untold Story of Natali Ardianto

accomplished-book-2016-thumb

Reading a book is a need!


Tidak langsung berkaitan dengan cerita teman yang tinggal di Jerman itu, pada Agustus 2016 silam, secara diam-diam saya bersama Mas Brilliant Yotenega (Founder & CEO Nulisbuku, Co-Founder Storial, dan Co-Founder Zetta Media Network) dan Irzan Raditya (Co-Founder & CEO YessBoss) sudah mendirikan komunitas terbaru yaitu: Founder Book Club.

Founder Book Club sendiri merupakan sebuah perkumpulan para Founder startup teknologi di Indonesia yang gemar membaca buku atau sedang membiasakan diri untuk rutin membaca buku secara periodik.

Club ini juga menjadi ajang intimate networking event khusus para Founder startup Indonesia yang memiliki keinginan untuk sama-sama memajukan ekosistem startup bangsa dengan menjadi sosok Founder yang rutin mengasah diri secara berkala.

Lho, apa kaitannya membaca buku dengan kemajuan ekosistem startup bangsa…?!

Saya balik bertanya: “Bagaimana mungkin sebuah ekosistem startup bisa maju, jika para Founder startup-nya minim wawasan?”

Ya, membaca buku adalah salah satu kunci dasarnya!

Founder Book Club hadir sebagai alternatif ajang pertemuan para Founder startup Indonesia berbasis minat membaca buku serta pengembangan diri untuk me-recharge di sela-sela kepenatan rutinitas berbisnis.

Oleh karena itu, saya membuat tagline Founder Book Club dengan kalimat: “Your Rechargeable Companion”!

Apa Tujuan Pendirian Founder Book Club?

buku-natali-thumb

Founder ada baiknya meninggalkan legacy berupa buku

Tidaklah saya mendirikan komunitas sebagaimana yang terdahulu yaitu EdTech Indonesia dan Startup Bandung Community, kecuali ada tujuan tertentu.

Adapun tujuan pendirian Founder Book Club adalah sebagai berikut ini:

Pertama: Membentuk kebiasaan membaca secara berkala.

Kedua: Mengasah kepekaan sosial dalam berbagi buku bagi anak-anak yang membutuhkan.

Ketiga: Membangun hubungan pertemanan sesama Founder yang saling mendukung dalam hal pengembangan diri.

Keempat: Menumbuhkan mental sebagai Leader yang senantiasa antusias dalam belajar.

Kelima: Merangsang para Founder startup untuk menulis setidaknya satu (1) buku masterpiece selama karir berbisnisnya.

Bagaimana persyaratan menjadi anggota Founder Book Club?

startup-bandung-thumb

Saya di antara para Founder startup di Bandung

Untuk seleksi Founder-nya sendiri sebagai anggota, saya merumuskan persyaratan sebagai berikut:

  • Keanggotaan bersifat recommendation based dan/atau invitation only.
  • Berstatus sebagai Founder startup teknologi/digital tanpa batasan lamanya berbisnis.
  • Memiliki kebiasaan membaca minimal satu bulan satu buku.
  • Hadir dalam pertemuan rutin per kuartal minimal dua (2) kali dalam setahun.
  • Setiap pertemuan per kuartal wajib membawa minimal satu (1) buku apapun genre-nya untuk disumbangkan kepada lembaga yang telah bermitra.
  • Bersedia secara bergiliran menjadi Host untuk meetup per kuartal sekaligus office visit.
  • Bersedia untuk berkontribusi sekiranya meetup berkonsep potluck party (baca: bawa makanan dan minuman masing-masing).
  • Hadir dalam kondisi mental sebagai berikut: open minded, ready to share, dan egalitarian.
  • Jika berhalangan hadir, wajib diwakili oleh tiga (3) buku (sebagai bukti komitmen keanggotaan) plus satu (1) buku, yang akan disumbangkan. Jadi total empat (4) buku.

Baca Juga: [Book Review] Refresh Your Life With “Think Fresh”!

Apa Saja Program dari Founder Book Club?

ngopi-startup-thumb

Saya memang gemar membuat event untuk Founder startup

Setiap meetup per kuartal alias tiga bulan sekali, program “Founder Book Club” berisikan:

  • Random Book Review: sesi dimana ada tiga (3) Founder yang akan melakukan impromptu (baca: dadakan) speaking mengenai buku apa yang baru saja dibaca. Total durasi: 30 menit.
  • My Recommended Book: sesi dimana ada satu Founder yang akan sharing mengenai buku yang paling mengubah mindset-nya dalam tiga bulan terakhir dan disajikan dalam bentuk presentasi. Total durasi: 30 menit.
  • Our Lovely Writer: sesi dimana peserta bisa bertatap muka langsung dengan penulis buku yang relevan dengan dunia startup ataupun non-startup untuk belajar proses kreatif dalam menulis buku. Total durasi: 30 menit.
  • Dinamika Kelompok: sesi untuk saling mengakrabkan diri sesama Founder berupa simulasi yang membangun kebersamaan.

Kapan dan dimana Founder Book Club diadakan?

sale-stock-me-thumb

Office visit to Sale Stock factory

Founder Book Club akan diadakan tiap Rabu malam, pada minggu pertama pukul 18:00 - 22:00 WIB. Sengaja dipilih hari Rabu, selain untuk mempopulerkan (kembali) hashtag #RabuBuku, Rabu juga hari pertengahan dalam satu minggu (dengan asumsi jam kerja hanya 5 hari).

Sedangkan untuk venue acaranya sendiri berpusat di Jakarta dengan konsep safari office visit sesuai dengan semangat programnya sebagai ajang intimate networking event.

Jadi, untuk sepanjang 2017, ada empat meetup Founder Book Club yang akan diadakan yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.

Mengapa meetup reguler Founder Book Club hanya diadakan tiga bulan sekali?

Well, ini club para Founder bisnis teknologi dan digital yang kesibukannya luar biasa dan terbuka untuk Founder lintas kota di seluruh Indonesia!

Bukankah merepotkan sekiranya ada Founder startup di daerah kawasan Indonesia Timur yang dimestikan hadir sebulan sekali atau dua bulan sekali?

Rasanya, meetup per tiga bulan merupakan waktu yang proporsional untuk bersama-sama sekedar melepas kepenatan dalam berbisnis sekaligus mengasah diri.

Siapa Saja Founder Startup yang telah Bergabung dalam Founder Book Club?

Lantaran semula saya mendirikan Founder Book Club secara diam-diam dan saya merekrut anggota secara pendekatan personal, maka Founder startup yang sudah menyatakan bersedia baik secara lisan maupun tulisan baru beberapa orang, yakni sebagai berikut:

  • Herry Fahrur Rizal (Edtech Indo, Startup Bandung, & Startup Lokal)
  • Brilliant Yotenega ( Founder & CEO Nulisbuku, Co-Founder Storial, dan Co-Founder Zetta Media Network)
  • Irzan Raditya (Co-Founder & CEO YessBoss)
  • Razi Thalib (Co-Founder & CEO Setipe)
  • Vikra Ijas (CMO Kitabisa)
  • Joseph Aditya (CEO Ralali)
  • Jonathan Sudharta (co-Founder & CEO Halodoc)
  • Arif Fajar Saputra (co-Founder & CEO AMPlified Digital Media Production)
  • Achmad Zaky (Founder & CEO Bukalapak)
  • Diajeng Lestari (CEO HijUp)
  • Jourdan Kamal (Founder MauBelajarApa)
  • Tyovan Ari Widagdo (Founder & CEO Bahaso)
  • Aulia Halimatussadiah (Co-Founder & Chief Content Officer Zetta Media)

Menginjak awal tahun 2017 dan target launching pada Maret dua bulan mendatang, akhirnya saya buka pendaftaran keanggotaan Founder Book Club secara terbuka!

Apakah Anda salah satu Founder yang berhasrat untuk bergabung?

SEKIAN


Image Source: Pexels and Personal Collection

Herry Fahrur Rizal
Herry Fahrur Rizal
A Startup Enthusiast who has 5 years experience in Indonesia startup ecosystem | Follow me on Facebook: Herry Fahrur Rizal