parallax background

Bersama Sanja Sebelum Senja*

ken-friends-thumb
Kepak-Kepak Asa Seorang Ken
July 17, 2017
jack-ma-thumb
Why Are You Still Poor at 35?*
July 20, 2017
 

Adakah senjakala asa...?

Kaki saya menapaki area "Daarus Sunnah" di Eco Pesantren, Parongpong, Bandung, dimana kuda-kuda milik Abdullah Gymnastiar berada.

Terpana saya menyaksikan sekitar 30 ekor kuda yang menempati deretan istal di sana yang tertata dan terawat apik. Beberapa kuda yang meringkik sontak membangunkan kesadaran saya bahwa ini memang alam nyata!

Ya, inilah saya yang tengah berada di antara para kuda....

kuda-3-thumb

Salah satu istal kuda

Baca Juga: Kepak-Kepak Asa Seorang Ken

Setelah penjelasan singkat dari instruktur, saya mulai "berkenalan" dengan sang kuda.

Telapak tangan saya diarahkan ke hidung kuda agar dia bisa mencium bau-bauan sang calon majikan yang akan menungganginya. Kuda memang peka dengan bau-bauan sosok majikannya.

Sejurus kemudian, saya mengelus-elus kening sang kuda. Tak lupa menepuk-tepuk leher kuda sebagai bentuk kasih sayang seolah-olah saya berujar: "Saya percaya kita bisa bekerjasama!"

Teknik-teknik dasar berkuda segera saya serap dengan cepat melalui praktek langsung di atas pelana dengan hanya mengenakan standard safety helmet.

Menarik tali kekang ke arah kiri agar belok kiri. Pun begitu sebaliknya jika ingin belok kanan. Mencondongkan badan ke depan saat menanjak. Tentu saja sebaliknya saat mendapati turunan. Menghentakkan kaki ke perut kuda agar derap lajunya lebih bertenaga. Dan menarik tali kekang sekencangnya untuk menghentikan langkah gagahnya.

Kurang lebih satu jam, filosofi berkuda bermunculan menyesaki ruang-ruang inspirasi di benak saya.

kuda-2-thumb

Pengalaman pertama berkuda!

Bahwa berkuda sejatinya bukan hanya olahraga, melainkan juga mengasah jiwa kepemimpinan....

Bahwa berkuda sejatinya bukan hanya interaksi antara manusia dengan hewan, melainkan juga penyatuan hati antar sesama makhluk Tuhan....

Bahwa berkuda sejatinya bukan hanya tentang siapa yang menunggangi apa, melainkan siapa yang mengarahkan hidupnya kemana....

Enam tahun silam, berkuda hanya sekedar kata yang teruntai sarat asa dalam catatan dream book saya. Gambar kuda bersliweran di wallpaper laptop saya untuk menguatkan cita. Kemarin, asa itu menjadi nyata setelah mengepakkan sayapnya dengan berbagai usaha....

"Siapa nama kuda ini...?" tanya saya kepada instruktur.

"Sanja."

Bersama Sanja sebelum senja membuka mata hati saya bahwa tiada senjakala untuk sebuah asa....

kuda-1-thumb

Wefie bersama Sanja

*P.S. Tulisan ini pernah saya posting di Path pada tanggal 4 Juli 2016


Image Source: Pexels & Personal Collection.

Herry Fahrur Rizal
Herry Fahrur Rizal
A Startup Enthusiast who has 5 years experience in Indonesia startup ecosystem | Follow me on Facebook: Herry Fahrur Rizal