parallax background
life-style-1-thumb
Inikah Senjakala Bisnis Media Men’s Life Style di Indonesia? (Part 1 of 2)
July 30, 2017
 

Pada tahun 2014, saat saya masih menjadi Blogger Tech in Asia Indonesia, saya pernah menulis tentang tujuh (7) media online dengan konten khusus untuk pria yang terpopuler di Indonesia berdasarkan data ranking versi Similar Web.

Tiga tahun kemudian persis hari ini, sebelum postingan blog ini saya turunkan, barusan saya cek ternyata empat dari tujuh media online khusus pria itu website-nya sudah tidak bisa diakses lagi (!), yaitu:

  1. Men’s Health Indonesia
  2. Best Life Indonesia (“adik” dari Men’s Health)
  3. Malezones
  4. TalkMen

Dan yang tersisa adalah:

  1. Sooperboy
  2. Yomamen
  3. Esquire Indonesia

Anda bisa membaca tulisan saya di Tech in Asia tadi di sini.

Pada tahun 2014 juga Scoop memang sempat merilis infografis bahwa 79 persen pengguna e-reader adalah pria. Namun, masih menjadi misteri hingga saat ini, berapa persen dari 79 persen pengguna pria itu yang membaca media men’s life style.

Apakah benar bisnis media men’s life style baik versi cetak maupun online di Indonesia sudah berakhir?

Baca Juga: Inikah Senjakala Bisnis Media Men’s Life Style di Indonesia? (Part 1 of 2)


Tentu masih teringat dengan pernyataan Rhenald Kasali pada bagian pertama tulisan ini bahwa pelaku bisnis digital telah berhasil meremajakan business process-nya dengan menanggalkan strategi pemasaran konvensional (4P) dan berfokus pada kreativitas business model.

Begitupun dengan bisnis media cetak yang sebagian sudah beralih format menjadi media online (terlepas konten-nya men’s life style atau bukan).

Ada perubahan business model yang diterapkan ketika sebuah bisnis media cetak bertransformasi menjadi media online. Revenue mainstrem bukan lagi hanya berasal dari iklan. Melainkan setidaknya ada lima multiple revenue mainstream dari sebuah business model media online, yaitu:

  1. Display ad
  2. Content Creation
  3. Community Engagement
  4. Community Insight
  5. Premium Content Subscription

Salah satu success story favorit yang sering saya angkat setiap kali membahas topik ini yaitu Femina Group.

Melalui majalah andalannya yaitu Femina yang berdiri sejak 18 September 1972, setelah bertransformasi memiliki media online-nya juga, Femina mengubah business model-nya yang diawali dengan fokus pada pengembangan komunitas pembacanya.

Uniknya, kehadiran Femina versi online, tidak secara otomatis mematikan Femina versi cetaknya yang bahkan kini sudah bisa terbit satu minggu sekali! Bahkan sejak tahun 2010, Femina sudah memiliki posisi yang disebut “Chief Community Officer” untuk menangani sembilan komunitas yang didirikannya.

Penasaran dengan penjabaran detil dari tiap-tiap business model media online ini, sekaligus bagaimana teknis Femina dalam mengembangkan komunitasnya?

Bisa baca tulisan saya yang dimuat Tech in Asia Indonesia di sini.

Jika Femina merupakan parameter success story dari bisnis media women’s life style, lalu adakah success story dari bisnis media men’s life style versi online di Indonesia ketika pelopornya yaitu Men’s Health Indonesia dan Best Life Indonesia (padahal keduanya masih dalam naungan Femina Group!) sudah tiada?

Saya akan membahasnya pada postingan berbeda, seiring perubahan maha-cepat dari model bisnis media online yang tiga tahun setelah saya menulisnya, kini terdapat model bisnis yang baru!

Apa itu?

Just stay tuned on my personal blog!

SEKIAN


Image Source: Featured image credit by Pexels & Personal Collection.

Herry Fahrur Rizal
Herry Fahrur Rizal
A Startup Enthusiast who has 5 years experience in Indonesia startup ecosystem | Follow me on Facebook: Herry Fahrur Rizal

Comments are closed.