parallax background
van-damme-thumb
Mengapa Van Damme Mengikuti Pola Makan Sehat ala Rasulullah SAW?*
July 28, 2017
life-style-2-thumb
Inikah Senjakala Bisnis Media Men’s Life Style di Indonesia? (Part 2 – Selesai)
July 30, 2017
 

Sabtu kemarin (29/07) saya baru saja mengikuti sebuah workshop khusus men’s life style seputar fashion, relationship, dan career yang diselenggarakan oleh komunitas Mr. Right Indonesia.

Saya memang punya minat yang tinggi terhadap men’s life style ini sejak masih kuliah karena selain untuk memaksimalkan ke-pria-an (manhood), juga karena memiliki rencana untuk meluncurkan bisnis terkait men’s life style dengan konten serta target market yang lebih niche.

Selain Andrew Suryabara dan teman saya Jansen Ongko, satu pemateri yang menarik perhatian saya adalah Ion Akhmad.

Mas Ion benar-benar seorang men’s life style Maha Guru!

Sekarang dia seorang Professional Menswear dan Men’s Life Style Consultant serta seorang Fashion Creative. Belum lagi dia sangat berpengalaman lebih dari sepuluh tahun sebagai Fashion Editor dan Managing Editor media gaya hidup pria (men’s life style).

Wait a second… media gaya hidup pria…?

Nama “Ion Akhmad” emang nggak asing, sih. Pernah baca dimanaaa gitu. Segera saya stalking akun LinkedIn-nya. Tersaji profil karir dia. Tapi, saya hanya tersita pada dua posisi ini:

Senior Fashion Editor at Men’s Health & Best Life Indonesia Magazine (2007 - 2013).
Executive Fashion Editor at Men’s Health & Best Life Indonesia Magazine (2013 - 2015).

Gotcha!

Sebagai pembaca majalah Men’s Health Indonesia sejak tahun 2004, saya mulai diingatkan kembali siapa sosok bernama Ion Akhmad ini!

Tanpa sungkan, saya segera lugas bertanya: “Majalah Men’s Health Indonesia apa kabar, Mas Ion?”

“Sudah tutup.”

Kepenasaran saya selama tujuh bulan terjawab sudah.

MHI-thumb

Baca Juga: (Bukan) Sosialita Startup (Part 1 of 2)


Ada frasa menarik yang disebut Rhenald Kasali dalam artikelnya yang dimuat Kompas kemarin (29/07) bahwa kompetitor bisnis di era digital ini tak ubahnya: “Lawan-Lawan-Tak-Kasat-Mata”.

Beliau juga menjelaskan:

Di dunia baru itu mereka dimanjakan pelaku usaha baru yang telah berhasil meremajakan business process-nya. Mereka bukan pakai marketing konvensional (4P yaitu Product, Price, Place, dan Promotion) melainkan business model. Dan lawan-lawan tangguh pemain-pemain lama itu kini hadir tak kasat mata, tak kelihatan. Ibarat taksi yang tak ada mereknya di pintu, tanpa tulisan “taksi”, dan penumpang turun tak terlihat tengah membayar.

Menurut pendapat saya, begitupun dengan bisnis media khususnya cetak.

Apalagi dengan konten yang lebih niche berupa media men’s life style. Belum lagi dengan bermunculannya media-media online. Ditambah “serangan” blog, vlog, dan akun Instagram dengan konten men’s life style yang bisa diperoleh secara cuma-cuma tapi tetap berkualitas di dunia maya.

Sungguh, bisnis media cetak men’s life style di Indonesia tampaknya semakin terancam!

Namun, bagaimana dengan bisnis media men’s life style dengan versi online?

Bersambung ke part 2


Image Source: Featured image credit by Pexels and iPelanggan.

Herry Fahrur Rizal
Herry Fahrur Rizal
A Startup Enthusiast who has 5 years experience in Indonesia startup ecosystem | Follow me on Facebook: Herry Fahrur Rizal
  • Ion Akhmad

    Terima kasih atas tulisan ini Herry
    dan terima kasih sudah hadir di workshop kita. Terima kasih.